Skip to Content

Mengoptimalkan Penanganan Kargo Batubara: Transhipment Malam Hari di Muara Jawa

August 24, 2025 by
Mengoptimalkan Penanganan Kargo Batubara: Transhipment Malam Hari di Muara Jawa
Helmi Kamdani
| No comments yet

Sebagai salah satu komoditas ekspor utama Indonesia, batubara memiliki peran vital dalam perekonomian. Proses pengirimannya ke pasar internasional memerlukan penanganan yang efisien, terutama untuk kargo dalam jumlah besar. Di perairan Muara Jawa, Kalimantan Timur, transhipment atau pemindahan kargo dari kapal tongkang ke kapal kargo besar (vessel) menjadi solusi andal untuk memastikan kelancaran logistik. Artikel ini akan mengulas secara tuntas proses penanganan kargo curah batubara dengan sistem Ship to Ship (STS) pada malam hari, dari awal hingga akhir.



Mengapa Transhipment Dilakukan pada Malam Hari?

Penanganan kargo batubara melalui transhipment di perairan lepas seperti Muara Jawa dapat dilakukan siang maupun malam. Namun, operasi malam hari menawarkan beberapa keuntungan. Salah satunya adalah meminimalkan waktu tunggu dan mengoptimalkan penggunaan armada. Dengan beroperasi 24 jam, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mempercepat pengiriman kargo, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada biaya logistik.



Tahapan Transhipment Malam Hari di Muara Jawa

Proses transhipment Ship to Ship (STS) adalah operasi yang kompleks dan memerlukan koordinasi yang cermat antara berbagai pihak. Berikut adalah tahapan-tahapan utamanya:


1. Persiapan dan Sandar (Mooring)

Proses dimulai dengan kedatangan kapal vessel yang akan memuat kargo. Sebelum kapal merapat ke area transhipment, kru kapal akan melakukan komunikasi intensif dengan kapal-kapal pendukung, seperti tugboat dan pemandu (pilot). Setelah berada di titik sandar yang ditentukan, kapal tongkang bermuatan batubara yang ditarik oleh tugboat akan merapat ke sisi kapal vessel.


Penyandaran pada malam hari membutuhkan ketelitian ekstra. Kru harus bekerja sama untuk melemparkan tali tambat (mooring lines) dan mengikatkan kapal tongkang dengan aman ke kapal vessel. Seluruh proses ini diawasi dengan ketat, didukung oleh penerangan yang memadai dari kapal dan kapal tongkang, serta peralatan komunikasi seperti radio VHF.


2. Operasi Bongkar Muat (Loading Operation)

Setelah tongkang sandar dengan aman, operasi bongkar muat dapat dimulai. Kargo batubara dipindahkan dari tongkang ke vessel menggunakan floating crane atau grab yang terpasang di atas kapal tongkang. Operasi ini berlangsung terus-menerus hingga seluruh kargo batubara di dalam tongkang dipindahkan ke palka (cargo holds) kapal vessel.


Selama operasi loading, petugas sampling dan petugas surveyor akan bekerja untuk memastikan kualitas dan kuantitas kargo sesuai dengan yang tertera di dokumen. Mereka mengambil sampel batubara secara berkala untuk dianalisis di laboratorium, serta memantau jumlah kargo yang dimuat. Semua data ini sangat penting untuk memastikan akurasi dan kepatuhan terhadap standar internasional.


3. Perhitungan Draft dan Dokumentasi

Setelah semua kargo dari tongkang dipindahkan, kapal vessel akan melakukan draft survey. Ini adalah proses pengukuran ketinggian kapal di air untuk menentukan berat kargo yang telah dimuat. Proses ini sangat penting untuk memastikan jumlah kargo yang tercatat di dokumen adalah akurat. Setelah semua data terkumpul, dokumen-dokumen penting seperti Bill of Lading (BL) dan Statement of Facts (SOF) akan disiapkan dan ditandatangani.


4. Pelepasan Kapal (Cast Off) dan Berlayar

Setelah semua proses bongkar muat dan dokumentasi selesai, kapal tongkang akan melepaskan tali tambatnya dari kapal vessel. Dengan bantuan tugboat, tongkang akan ditarik menjauh, membuka jalan bagi kapal vessel untuk bersiap melanjutkan pelayaran. Kapal vessel kemudian akan bersiap untuk cast off (melepaskan tali) dan melanjutkan perjalanannya menuju pelabuhan tujuan.



Layanan Profesional untuk Operasi Transhipment

Seluruh rangkaian operasi transhipment ini tidak akan berjalan lancar tanpa dukungan dari agen kapal (ship agency) yang profesional. Layanan agensi kapal mencakup koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari kapten kapal, pihak pelabuhan, hingga perusahaan kapal tongkang.


Bosco Shipping menyediakan berbagai layanan terpadu untuk mendukung operasional logistik Anda di Muara Jawa dan perairan lainnya:

  • Ship Agency: Kami mengurus seluruh kebutuhan kapal Anda, mulai dari perizinan, imigrasi, hingga komunikasi dengan pihak terkait.
  • Ship Supplies: Kebutuhan logistik kapal seperti bahan bakar, air bersih, dan persediaan makanan kami pastikan terpenuhi tepat waktu.
  • Ship Chartering & Operation: Kami menawarkan solusi charter kapal yang efisien dan mengelola operasi kapal secara profesional untuk memastikan pengiriman kargo Anda berjalan tanpa hambatan.

Percayakan kebutuhan logistik maritim Anda kepada Bosco Shipping. Hubungi kami sekarang untuk konsultasi lebih lanjut!


#Batubara #Transhipment #ShipToShip #MuaraJawa #ShipAgency #ShipSupplies #ShipChartering #ShipOperation #LogistikMaritim #EksporIndonesia

Mengoptimalkan Penanganan Kargo Batubara: Transhipment Malam Hari di Muara Jawa
Helmi Kamdani August 24, 2025
Share this post
Tags
Our blogs
Archive
Sign in to leave a comment